Pages

Monday, 11 July 2011

ku simpan sendiri

Bila dukaku ku titipkan pada langit
pastilah langit memanggil mendung

bila ku titipkan resahku pada angin
pastilah angin menyuruh pada badai

bila ku titipkan geramku pada laut
pastilah laut menggiringku pada badai

bila ku titipkan dendamku pada gunung
pastilah gunung akan meluapkan api

Tapi akan kusimpan sendiri mendung dukaku dalam langit dadu

ku simpan sendiri badai resahku pada badai desahku.

ku simpan sendiri gelombang geramku dalam laut fahamku

kusimpan sendiri api dendamku dalam gunung resahku

kusimpan sendiri
kediri

-Gus Mus-

Monday, 4 July 2011

PACARKU

Kemarin kulihat ia menangis
dalam hening
dalam diam
tanpa air mata

Namun kutahu ia menangis

Sekarang kulihat ia telah tertawa
walau masih ada luka di matanya
walau masih terasa lelah di hatinya
namun ia telah tertawa

Kutahu ia telah pasrah
Kutahu ia telah menyerah
tak berdaya pada kuasa hatinya
tak kuasa pada kehendak cintanya

Dan kini ia hanya diam
menanti
dalam rindu yang amat sangat
dalam sepi yang menyengat

Menanti sesuatu yang tak pasti
tapi ia tak peduli
ia hanya tahu
cinta yang ia miliki

pasti

YOU KNOW WHY?

A : aku heran sama kamu, sebenarnya apa yg ada dlm pikiranmu? apa yg kamu pertahankan dgn cara hdp yg kamu jalani skrg? kamu hidup gak sama seperti orang lain yg mengatur hidupnya sedemikian rupa demi masa depan. Hidup berdampingan dgn orang yg dicintai, dan membangun apa yg disebut keluarga? sedangkan kamu hidup seolah tak punya tujuan, dgn kesemrawutan dan tanpa program ke depan

B : Yg saya pikirkan adalah bagaimana saya bisa menjalani hidup seperti yg saya ingin. saya muak dgn fatamorgana dunia yg kerap mengecewakanku, saya jalani hidup seperti orang lain sementara saya bukan orang itu? saya pertahankan apa yg ada dlm diriku, dan ku gak mau menghilangkan keaslianku krn alasan apapun. Krn dgn kemurnian itu ku bisa benar-benar ngerasa hidup (bkn mereka yg melepas keinginannya krn takut pada garis yg membelakangi nafas mereka). Buatku tak ada cinta yg melebihi kesenanganku, dan dari itulah ku bisa menyusun kepuasan yg bergelora. ku bakal hidup denganku yg kedua, dan dialah yg mengisi titik-2 dlm jiwa tnp mengotori sayapku. Sebenarnya siapa yg tak punya tujuan? aku yg hdp buat perjuangkan angan-2, atau kalian yg berbaris dlm labirin sempit penuh aturan? sejauh kalian melangkah tetapi tetap saja berputar dlm kotak seragam, sedangkan aku berlari se sukaku,mendatangi apa saja yg ku pengen datangi, krn aku ada di luar ruang yg penuh sekat munafik itu.

A : Lantas apa yg kamu dpt kalau sampai saat kamu mati mimpimu gak terlaksana? Krn hdp kita dibatasi waktu yg berguling dijasad.. bknkah itu sungguh sia-2 krn kamu sdh mengorbankan hidupmu yg blm tentu bisa buat mengganti kematianmu?

B: Buatku sekali melangkah maka selamanya ku perjuangkan keyakinan itu. Apapun hasil akhirnya, pantang buatku unt menyesal, krn ku tau selama perjalanan itu ku banyak menemukan apa yg ku butuhkan, menurutku keberhasilan itu bagaimana kita bisa menggaris bawahi suatu kejadian, krn kesuksesan buatku saat ku merasa tertantang buat menaklukan kehidupan yg menurut kalian itu tahayul. Dgn begitu walaupun ku hrs mati. saat itu ku bisa tenang. ku mati dgn penemuan-2 jawaban atas apa yg ku perjuangkan selagi hidup. Bkn seperti kalian yg selalu pasrah dan hanya bisa menggerutu jika hdp ini tak adil. ku mati gak sia-2, krn sepeninggalanku ada jejak-2 yg bakal diteruskan orang-2 dgn kemauan keras setelahku, dan itu bikin aku tersenyun setelah aku membangkai nanti!