Pages

Tuesday, 3 March 2015

Lagu Cinta

Setiap kali aku membayangkanmu, ada yg menetes di sela-sela ingatan; mungkin kerinduan, mungkin kesedihan....aku tak tahu....spt tak ada bedanya...

Selain Tuhan, Malaikat dan Setan; bayanganmu kekasih, ialah sayap kegaiban yg beterbangan mengelilingi langit-langit jiwaku

Entah mengapa, sejak kau memilih pergi, sajakku merasa bahagia; sedangkan perasaanku tak pernah ada bedanya

Mungkin ada lelaki lain yg lebih mencintaimu, tapi tak akan ada yg melebihi ketabahanku merawat luka-lukamu.

Jika airmata pun tak mampu menyembuhkan luka-luka, sebaiknya aku pergi saja; mencari puisi yang dijanjikan senja

Tuhan....
Patahkan saja penaku...biar tak ada lagi puisi yg menuliskan airmataku

Kabarkan pada kesunyian, aku tak sendiri lagi. Kabarkan pada kesepian, aku telah mati. Kabarkan pada cinta, jiwaku tetap abadi

Saat engkau mengatakan, "Aku mencintaimu..", maka saat itulah hidupku tak membutuhkan apa-apa lagi.

Ibu

Di bayang matamu yang sayu
Tersimpan sejuta rahasia
Penuh misteri
Yang masih belum terjawab

Di garis dahimu
Tersirat banyak pertanyaan
Begitu sesaknya
Sehingga engkau harus tertunduk

Kokoh rahangmu
Menopang saratnya beban persoalan
Begitu kerasnya
Hingga engkau oleng dibuatnya

Mencoba bertahan
Menyatukan tulang-tulang renta
Menjalin kulit-kulit keriput
Menjemput asa yang tlah kusut
Berusaha tetap berdiri
Berpegang pada semangat yang tlah berkarat
Berusaha tetap memberi
Walau yang tersisa tinggal HATI

Bahkan aku tak tahu, mana doa dan mana suara rintihan air mata, kala kutuliskan puisi rindu untukmu ....ibu
Yang tetap saja setia terjaga dan berdoa dilelap mimpi anak-anakmu

Photo by : Ludik Photography
Model : Ibu iis dan chaca

Tuesday, 17 April 2012

DIA ADALAH ANAK KANDUNG KITA

dia adalah anak kandung kita
namun senantiasa kita taruh dia diluar sana
menggigil ketika hujan
memuai oleh terik sang surya
kita sengaja meletakkannya di sana
karena dia tidak mungkin mengikuti kita
ketika kita mulai beranjak menjadi nista
atau mulai mengakrabi dusta
atau mulai membiarkan diri kita sendiri menjadi dungu :percaya pada tipu daya yang diagungkan konsep yang memperdaya Tuhan

kita sengaja meletakannya di luar sana
karena setiap kali dia kita sapa selalu saja kalimat ini yang pertama

"mengapa kamu tidak dengarkan nurani lalu mempergunakan pikiranmu untuk menguji?"