Pages

Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Tuesday, 17 April 2012

DIA ADALAH ANAK KANDUNG KITA

dia adalah anak kandung kita
namun senantiasa kita taruh dia diluar sana
menggigil ketika hujan
memuai oleh terik sang surya
kita sengaja meletakkannya di sana
karena dia tidak mungkin mengikuti kita
ketika kita mulai beranjak menjadi nista
atau mulai mengakrabi dusta
atau mulai membiarkan diri kita sendiri menjadi dungu :percaya pada tipu daya yang diagungkan konsep yang memperdaya Tuhan

kita sengaja meletakannya di luar sana
karena setiap kali dia kita sapa selalu saja kalimat ini yang pertama

"mengapa kamu tidak dengarkan nurani lalu mempergunakan pikiranmu untuk menguji?"

Monday, 8 August 2011

JOGJA

Hikayat Beringin Kembar alun -alun
kidoel jogja mungkin saja benar. Belum lagi aku selesai dalam ke- khidmatan, ketika tiba- tiba saja aku dikejutkan oleh sentuhan halus telah menggenggam jemariku . Tangan mungil hangat
sebening mata bulat anak perempuan kecil di sampingku menyadarkan aku kembali pada dunia nyata .

“Sampeyan tidak perlu mencarinya
Gus, kalau sampeyan memang
meyakininya .”

kata- kata itu meluncur
begitu saja dari bibir mungil anak
perempuan di sampingku .

“Kenapa begitu?” tanyaku masih dalam ketidak mengertian yang serba tiba-tiba ini.

“Karena seperti halnya keyakinan,
cinta juga memliki sifat dan keunikannya . Dia tidak perlu dipertanyakan .
Kenapa dia datang ? Dan untuk apa?

Dia akan mendatangi siapa saja selama ia menerimakan meskipun sesekali dia dinafikkan. ”

“Kamu siapa ?” tanyaku kembali.

“Aku adalah kamu dan kamu adalah aku . Aku bisa cinta bahkan juga keyakinan.”

“Lalu seperti yang telah kamu katakan,kamu adalah aku . Mengapa aku bisa menjadi dua? Berwujud beda dan sekarang kita sedang berhadapan?”

“Karena dengan cara- Nya, Tuhan
mengajarkan nya pada manusia.
Menjawab semua pertanyaan dan
ketidak mengertian seperti yang tengah sampeyan renungkan,
Mengujudkan rupa sampeyan dalam ujudku. Karena
dengan begitu sampeyan bisa tau
meski dalam alam materi ini, bahwa cinta dan keyakinan sebetulnya tidak perlu dicari . Dia ada karena dia ada.”

“Aku tidak mengerti? ..Masih belum?”
tanyaku dalam kebingungan yang
tampak.

“karena dia memang tidak untuk
dimengerti . Tapi dimiliki !”

Kemudian secara tiba-tiba dengan cara yang luar biasa , aku gugup ketika ujud anak perempuan itu seperti telah merasuk dan bersemayam di dalam
tubuhku . Dia lenyap begitu saja secara tiba-tiba pada saat pertanyaan dan semua kebingungan ku belum
terselesaikan .

Aneh ?

============================


Rabu , 22 Desember 2010; 19. 30.

saya sedang menunggu saat -saat
mendebarkan yang sudah sangat lama aku tunggu . Waktu bertahun tahun yang saya rasa berjalan dengan lamban. Ketika sesosok perempuan dewasa dalam bentuk siluet melambaikan tangan nya .

“Sampeyan di mana? Saya sedang
menuju ke situ dan saya sedang sangat berantakan.. ’ sampeyan yang berdiri di
antara beringin kembar ? Yang
melambai itu?”

“iya ..” jawab ku singkat pada suara di telepon seluler yang aku genggam.

“Cak Yudi ya?” sambil kau ulurkan
tangan untuk menjabat ku.
Dalam hatiku aku berucap halus . . tau kah kamu? Aku sebenarnya ingin sekali kita tidak sekedar berjabat sebagai bentuk protokoler tata susila
ketimuran dan ini jogja. Aku seperti
melihat kamu mencium khusyuk
tangan ku sebagai istri yang taat pada suami. Seperti tabiat makmum.

“Ah ., sudahlah,”

“Ardanaris wari”

“Mullah Shadra ( nama panggilan ku yang di berikan oleh mbah Dimyati)”.jawabku membalas perkenalanmu .

Perempuan ini ? Dia seperti anak itu.
Ya, mata itu! Ardanariswari. . Nariswari. .
Ken Dedes . Betis itu ? Dia seperti Aisyah yang menjiwai Khatidjah. Dia seperti Putri Nabi. Fatimah.. dan aku telah menemukan diriku kembali .

Tuhan mengantarkannya . Menuntun setiap jalannya . Menemukan kembali tempat, di mana semestinya dulu dia ada. Dia telah pulang . Dan aku setelah 33 tahun
lamanya merajut yang terserak, ketika waktu telah merasa lelah dan sangat putus asa sekali .

Secara tiba-tiba rangkaian partitur itu telah membentuk
ujudnya sendiri . Keyakinan atas cinta telah menuntunnya menemukan kembali bagian dirinya yang hilang..
dia telah menjadi SATU. Tapi inilah .

"dimana tiada aku atau kamu "

Tanganku di atas dadaku adalah tanganmu .

Dan

ketika aku jatuh lelap adalah matamu yang melindap.

============================


Jogja , 23 Januari 2011 ; 3 .32

Saya menuliskannya untuk Wanita
Ter -Cantikku . ..semoga tuhan selalu melindungimu dengan kasih
sayangnya ..

saat kau jauh dan saat kau dekat dengan aku

maafku. ..yang tak pernah ada
buatmu..

Saturday, 23 April 2011

PENYESALAN YANG TERLAMBAT


Sebuah salah pengertian yg mengakibatkan kehancuran sebuah rumah tangga. Tatkala nilai akhir sebuah kehidupan sudah terbuka,tetapi segalanya sudah terlambat. Membawa nenek utk tinggal bersama menghabiskan masa tuanya bersama kami,malah telah menghianati ikrar cinta yg telah kami buat selama ini,setelah 2 tahun menikah,saya dan suami setuju menjemput nenek di kampung utk tinggal bersama .

Sejak kecil suami saya telah kehilangan ayahnya,dia adalah satu-satunya harapan nenek,nenek pula yg membesarkannya dan menyekolahkan dia hingga tamat kuliah. Saya terus mengangguk tanda setuju,kami segera menyiapkan sebuah kamar yg menghadap taman untuk nenek,agar dia dapat berjemur,menanam bunga dan sebagainya.Suami berdiri didepan kamar yg sangat kaya dgn sinar matahari,tidak sepatah katapun yang terucap tiba-tiba saja dia mengangkat saya dan memutar-mutar saya seperti adegan dalam film India dan berkata :

"Mari,kita jemput nenek di kampung".

Suami berbadan tinggi besar,aku suka sekali menyandarkan kepalaku ke dadanya yg bidang,ada suatu perasaan nyaman dan aman disana.Aku seperti sebuah boneka kecil yg kapan saja bisa diangkat dan dimasukan kedalam kantongnya.Kalau terjadi selisih paham diantara kami,dia suka tiba-tiba mengangkatku tinggi-tinggi diatas kepalanya dan diputar-putar sampai aku berteriak ketakutan baru diturunkan.Aku sungguh menikmati saat-saat seperti itu.

Kebiasaan nenek di kampung tidak berubah.Aku suka sekali menghias rumah dengan bunga segar,sampai akhirnya nenek tidak tahan lagi dan berkata kepada suami:

"Istri kamu hidup foya-foya ,buat apa beli bunga? Kan bunga tidak bisa dimakan?"

Aku menjelaskannya kepada nenek:
"Ibu,rumah dengan bunga segar membuat rumah terasa lebih nyaman dan suasana hati lebih gembira."

Nenek berlalu sambil mendumel,suamiku berkata sambil tertawa:

"Ibu,ini kebiasaan orang kota,lambat laun ibu akan terbiasa juga."

Nenek tidak protes lagi,tetapi setiap kali melihatku pulang sambil membawa bunga,dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya berapa harga bunga itu,setiap mendengar jawabanku dia selalu mencibir sambil menggeleng-gelengkan kepala.Setiap membawa pulang barang belanjaan,dia selalu tanya itu berapa harganya ,ini berapa.Setiap aku jawab,dia selalu berdecak dengan suara keras.Suamiku memencet hidungku sambil berkata:

"Putriku,kan kamu bisa berbohong.Jangan katakan harga yang sebenarnya."

Lambat laun,keharmonisan dalam rumah tanggaku mulai terusik.Nenek sangat tidak bisa
menerima melihat suamiku bangun pagi menyiapkan sarapan pagi untuk dia sendiri,di mata nenek seorang anak laki-laki masuk ke dapur adalah hal yang sangat memalukan.Di meja makan,wajah nenek selalu cemberut dan aku sengaja seperti tidak mengetahuinya.Nenek selalu membuat bunyi-bunyian dengan alat makan seperti sumpit dan sendok,itulah cara dia protes.

____________________________________________________________________________________**

Aku adalah instrukstur tari,seharian terus menari membuat badanku sangat letih,aku tidak ingin membuang waktu istirahatku dengan bangun pagi apalagi disaat musim dingin.Nenek kadang juga suka membantuku di dapur,tetapi makin dibantu aku menjadi semakin repot,misalnya;dia suka menyimpan semua kantong-kantong bekas belanjaan,dikumpulkan bisa untuk dijual katanya.Jadilah rumahku seperti tempat pemulungan kantong plastik,dimana-mana terlihat kantong plastik besar tempat semua kumpulan kantong plastik.

Kebiasaan nenek mencuci piring bekas makan tidak menggunakan cairan pencuci,agar supaya dia tidak tersinggung,aku selalu mencucinya sekali lagi pada saat dia sudah tidur.Suatu hari,nenek mendapati aku sedang mencuci piring malam harinya,dia segera masuk ke kamar sambil membanting pintu dan menangis.Suamiku jadi serba salah,malam itu kami tidur seperti orang bisu,aku coba bermanja-manja dengan dia,tetapi dia tidak perduli.Aku menjadi kecewa dan marah

"Apa salahku?"

Dia melotot sambil berkata:"Kenapa tidak kamu biarkan saja? Apakah memakan dengan piring itu bisa membuatmu mati?"

Aku dan nenek tidak bertegur sapa untuk waktu yg cukup lama,suasana mejadi kaku.Suamiku menjadi sangat kikuk,tidak tahu harus berpihak pada siapa?Nenek tidak lagi membiarkan suamiku masuk ke dapur,setiap pagi dia selalu bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan untuknya,suatu kebahagiaan terpancar di wajahnya jika melihat suamiku makan dengan lahap,dengan sinar mata yang seakan mencemohku sewaktu melihat padaku,seakan berkata :

"dimana tanggung jawabmu sebagai seorang istri?"

Demi menjaga suasana pagi hari tidak terganggu,aku selalu membeli makanan diluar pada saat berangkat kerja.Saat tidur,suami berkata

"Lu di,apakah kamu merasa masakan ibu tidak enak dan tidak bersih sehingga kamu tidak pernah makan di rumah?"

sambil memunggungiku dia berkata tanpa menghiraukan air mata yg mengalir di kedua belah pipiku.Dan dia akhirnya berkata

"Anggaplah ini sebuah permintaanku,makanlah bersama kami setiap pagi."Aku mengiyakannya dan kembali ke meja makan yg serba canggung itu. Pagi itu nenek memasak bubur,kami sedang makan dan tiba-tiba ada suatu perasaan yg sangat mual menimpaku,seakan-akan isi perut mau keluar semua.Aku menahannya sambil berlari ke kamar mandi,sampai disana aku segera mengeluarkan semua isi perut.Setelah agak reda,aku melihat suamiku berdiri didepan pintu kamar mandi dan memandangku dengan sinar mata yg tajam,diluar sana terdengar suara tangisan nenek dan berkata-kata dengan bahasa daerahnya.
Aku terdiam dan terbengong tanpa bisa berkata-kata.Sungguh bukan sengaja aku berbuat demikian!.

Pertama kali dalam perkimpoianku,aku bertengkar hebat dengan suamiku,nenek melihat kami dengan mata merah dan berjalan menjauh ……suamiku segera mengejarnya keluar rumah.
Menyambut anggota baru tetapi dibayar dengan nyawa nenek. Selama 3 hari suamiku tidak pulang ke rumah dan tidak juga meneleponku.Aku sangat kecewa,semenjak kedatangan nenek di rumah ini,aku sudah banyak mengalah,mau bagaimana lagi?Entah kenapa aku selalu merasa mual dan kehilangan nafsu makan ditambah lagi dengan keadaan rumahku yang kacau,sungguh sangat menyebalkan.Akhirnya teman sekerjaku berkata :

"Lu Di,sebaiknya kamu periksa ke dokter."

Hasil pemeriksaan menyatakan aku sedang hamil.Aku baru sadar mengapa aku mual-mual pagi itu.Sebuah berita gembira yg terselip juga kesedihan.Mengapa suami dan nenek sebagai orang yg berpengalaman tidak berpikir sampai sejauh itu? Di pintu masuk rumah sakit aku melihat suamiku,3 hari tidak bertemu dia berubah drastis,muka kusut kurang tidur,aku ingin segera berlalu tetapi rasa iba membuatku tertegun dan memanggilnya.Dia melihat ke arahku tetapi seakan akan tidak mengenaliku lagi,pandangan matanya penuh dengan kebencian dan itu melukaiku.Aku berkata pada diriku sendiri,jangan lagi melihatnya dan segera memanggil taksi.Padahal aku ingin memberitahunya bahwa kami akan segera memiliki seorang anak.Dan berharap aku akan diangkatnya tinggi-tinggi dan diputar-putar sampai aku minta ampun tetapi..... mimpiku tidak menjadi kenyataan.Didalam taksi air mataku mengalir dengan deras.Mengapa kesalah pahaman ini berakibat sangat buruk?

Sampai di rumah aku berbaring di ranjang memikirkan peristiwa tadi,memikirkan sinar matanya yg penuh dengan kebencian,aku menangis dengan sedihnya.Tengah malam,aku mendengar suara orang membuka laci,aku menyalakan lampu dan melihat dia dgn wajah berlinang air mata sedang mengambil uang dan buku tabungannya.Aku nenatapnya dengan dingin tanpa berkata-kata.Dia seperti tidak melihatku saja dan segera berlalu.Sepertinya dia sudah memutuskan utk meninggalkan aku.Sungguh lelaki yg sangat picik,dalam saat begini dia masih bisa membedakan antara cinta dengan uang.Aku tersenyum sambil menitikan air mata.

Aku tidak masuk kerja keesokan harinya,aku ingin secepatnya membereskan masalah ini,aku akan membicarakan semua masalah ini dan pergi mencarinya di kantornya.Di kantornya aku bertemu dengan seketarisnya yg melihatku dengan wajah bingung

"Ibunya pak direktur baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas dan sedang berada di rumah sakit ".Mulutku terbuka lebar.Aku segera menuju rumah sakit dan saat menemukannya,nenek sudah meninggal.Suamiku tidak pernah menatapku,wajahnya kaku.Aku memandang jasad nenek yg terbujur kaku.Sambil menangis aku menjerit dalam hati

"Tuhan,mengapa ini bisa terjadi?"

Sampai selesai upacara pemakaman,suamiku tidak pernah bertegur sapa denganku,jika memandangku selalu dengan pandangan penuh dengan kebencian.Peristiwa kecelakaan itu aku juga tahu dari orang lain,pagi itu nenek berjalan ke arah terminal,rupanya dia mau kembali ke kampung.Suamiku mengejar sambil berlari,nenek juga berlari makin cepat sampai tidak melihat sebuah bus yg datang ke arahnya dengan kencang.Aku baru mengerti mengapa pandangan suamiku penuh dengan kebencian.Jika aku tidak muntah pagi itu,jika kami tidak bertengkar, jika............dimatanya,akulah penyebab kematian nenek.

Suamiku pindah ke kamar nenek,setiap malam pulang kerja dengan badan penuh dengan bau asap rokok dan alkohol.Aku merasa bersalah tetapi juga merasa harga diriku terinjak-injak.Aku ingin menjelaskan bahwa semua ini bukan salahku dan juga memberitahunya bahwa kami akan segera mempunyai anak.Tetapi melihat sinar matanya,aku tidak pernah menjelaskan masalah ini.Aku rela dipukul atau dimaki-maki olehnya walaupun ini bukan salahku.Waktu berlalu dengan sangat lambat.Kami hidup serumah tetapi seperti tidak mengenal satu sama lain.Dia pulang makin larut malam.Suasana tegang didalam rumah.

Suatu hari,aku berjalan melewati sebuah café,melalui keremangan lampu dan kisi-kisi jendela, aku melihat suamiku dengan seorang wanita didalam.Dia sedang menyibak rambut sang gadis dengan mesra.Aku tertegun dan mengerti apa yg telah terjadi.Aku masuk kedalam dan berdiri di depan mereka sambil menatap tajam kearahnya.Aku tidak menangis juga tidak berkata apapun karena aku juga tidak tahu harus berkata apa.Sang gadis melihatku dan ke arah suamiku dan segera hendak berlalu.Tetapi dicegah oleh suamiku dan menatap kembali ke arahku dengan sinar mata yg tidak kalah tajam dariku.Suara detak jangtungku terasa sangat keras,setiap detak suara seperti suara menuju kematian.Akhirnya aku mengalah dan berlalu dari hadapan mereka,jika tidak.. mungkin aku akan jatuh bersama bayiku dihadapan mereka.

Malam itu dia tidak pulang ke rumah.Seakan menjelaskan padaku apa yang telah terjadi.Sepeninggal nenek,rajutan cinta kasih kami juga sepertinya telah berakhir.Dia tidak kembali lagi ke rumah,kadang sewaktu pulang ke rumah,aku mendapati lemari seperti bekas dibongkar.Aku tahu dia kembali mengambil barang-barang keperluannya.Aku tidak ingin menelepon dia walaupun kadang terbersit suatu keinginan untuk menjelaskan semua ini.Tetapi itu tidak terjadi.........,semua berlalu begitu saja.

Aku mulai hidup seorang diri,pergi check kandungan seorang diri.Setiap kali melihat sepasang suami istri sedang check kandungan bersama,hati ini serasa hancur.Teman-teman menyarankan agar aku membuang saja bayi ini,tetapi aku seperti orang yg sedang histeris mempertahankan miliknya.Hitung-hitung sebagai pembuktian kepada nenek bahwa aku tidak bersalah.

Suatu hari pulang kerja,aku melihat dia duduk didepan ruang tamu.Ruangan penuh dengan asap rokok dan ada selembar kertas diatas meja,tidak perlu tanya aku juga tahu surat apa itu.2 bulan hidup sendiri,aku sudah bisa mengontrol emosi.Sambil membuka mantel dan topi aku berkata kepadanya

"Tunggu sebentar,aku akan segera menanda tanganinya".

Dia melihatku dengan pandangan awut-awutan demikian juga aku.Aku berkata pada diri sendiri,jangan menangis,jangan menangis.Mata ini terasa sakit sekali tetapi aku terus bertahan agar air mata ini tidak keluar.Selesai membuka mantel,aku berjalan ke arahnya dan ternyata dia memperhatikan perutku yg agak membuncit.Sambil duduk di kursi,aku menanda tangani surat itu dan menyodorkan kepadanya

"Lu di,kamu hamil?"

Semenjak nenek meninggal,itulah pertama kali dia berbicara kepadaku.Aku tidak bisa lagi membendung air mataku yg menglir keluar dengan derasnya.Aku menjawab
"Iya,tetapi tidak apa- apa.Kamu sudah boleh pergi".

Dia tidak pergi,dalam keremangan ruangan kami saling berpandangan.Perlahan-lahan dia membungkukan badannya ke tanganku,air matanya terasa menembus lengan bajuku.Tetapi di lubuk hatiku,semua sudah berlalu,banyak hal yg sudah pergi dan tidak bisa diambil kembali.

Entah sudah berapa kali aku mendengar dia mengucapkan kata:"Maafkan aku,maafkan aku".Aku pernah berpikir untuk memaafkannya tetapi tidak bisa.Tatapan matanya di cafe itu tidak akan pernah aku lupakan.Cinta diantara kami telah ada sebuah luka yg menganga.Semua ini adalah sebuah akibat kesengajaan darinya. Berharap dinding es itu akan mencair,tetapi yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.Hanya sewaktu memikirkan bayiku,aku bisa bertahan untuk terus hidup.Terhadapnya,hatiku dingin bagaikan es,tidak pernah menyentuh semua makanan pembelian dia,tidak menerima semua hadiah pemberiannya tidak juga berbicara lagi dengannya.Sejak menanda tangani surat itu,semua cintaku padanya sudah berlalu,harapanku telah lenyap tidak berbekas.

kadang dia mencoba masuk ke kamar untuk tidur bersamaku,aku segera berlalu ke ruang tamu,dia terpaksa kembali ke kamar nenek.Malam hari,terdengar suara orang mengerang dari kamar nenek tetapi aku tidak perduli.Itu adalah permainan dia dari dulu.Jika aku tidak perduli padanya,dia akan berpura-pura sakit sampai aku menghampirinya dan bertanya apa yang sakit.Dia lalu akan memelukku sambil tertawa terbahak-bahak.Dia lupa........,itu adalah dulu,saat cintaku masih membara,sekarang apa lagi yg aku miliki?

Begitu seterusnya,setiap malam aku mendengar suara orang mengerang sampai anakku lahir.Hampir setiap hari dia selalu membeli barang-barang perlengkapan bayi,perlengkapan anak-anak dan buku-buku bacaan untuk anak-anak.Setumpuk demi setumpuk sampai kamarnya penuh sesak dengan barang- barang.Aku tahu dia mencoba menarik simpatiku tetapi aku tidak bergeming.Terpaksa dia mengurung diri dalam kamar,malam hari dari kamarnya selalu terdengar suara pencetan keyboard komputer.Mungkin dia lagi tergila-gila chatting dan berpacaran di dunia maya pikirku.Bagiku itu bukan lagi suatu masalah.

Suatu malam di musim semi,perutku tiba-tiba terasa sangat sakit dan aku berteriak dengan suara yg keras.Dia segera berlari masuk ke kamar,sepertinya dia tidak pernah tidur.Saat inilah yg ditunggu-tunggu olehnya.Aku digendongnya dan berlari mencari taksi ke rumah sakit.

Sepanjang jalan,dia mengenggam dengan erat tanganku,menghapus keringat dingin yg mengalir di dahiku.Sampai di rumah sakit,aku segera digendongnya menuju ruang bersalin

Di punggungnya yg kurus kering,aku terbaring dengan hangat dalam dekapannya.Sepanjang hidupku,siapa lagi yg mencintaiku sedemikian rupa jika bukan dia? Sampai dipintu ruang bersalin,dia memandangku dengan tatapan penuh kasih sayang saat aku didorong menuju persalinan,sambil menahan sakit aku masih sempat tersenyum padanya.Keluar dari ruang bersalin,dia memandang aku dan anakku dengan wajah penuh dengan air mata sambil tersenyum bahagia.Aku memegang tanganya,dia membalas memandangku dengan bahagia,tersenyum dan menangis lalu terjerambab ke lantai.Aku berteriak histeris memanggil namanya.

Setelah sadar,dia tersenyum tetapi tidak bisa membuka matanya ………aku pernah berpikir tidak akan lagi meneteskan sebutir air matapun untuknya,tetapi kenyataannya tidak demikian,aku tidak pernah merasakan sesakit saat ini.Kata dokter,kanker hatinya sudah sampai pada stadium mematikan,bisa bertahan sampai hari ini sudah merupakan sebuah mukjijat.

Aku tanya kapankah kanker itu terdeteksi? 5 bulan yg lalu kata dokter,bersiap-siaplah menghadapi kemungkinan terburuk.Aku tidak lagi perduli dengan nasehat perawat,aku segera pulang ke rumah dan ke kamar nenek lalu menyalakan komputer.

Ternyata selama ini suara orang mengerang adalah benar apa adanya,aku masih berpikir dia sedang bersandiwara …………

Sebuah surat yg sangat panjang ada di dalam komputer yg ditujukan kepada anak kami.


"Anakku,demi dirimu aku terus bertahan,sampai aku bisa melihatmu.Itu adalah harapanku.Aku tahu dalam hidup ini,kita akan menghadapi semua bentuk kebahagiaan dan kekecewaan,sungguh bahagia jika aku bisa melaluinya bersamamu tetapi ayah tidak mempunyai kesempatan untuk itu.Didalam komputer ini,ayah mencoba memberikan saran dan nasehat terhadap segala kemungkinan hidup yg akan kamu hadapi.Kamu boleh mempertimbangkan saran ayah."

"Anakku,selesai menulis surat ini,ayah merasa telah menemanimu hidup selama bertahun -tahun.Ayah sungguh bahagia.Cintailah ibumu,dia sungguh menderita,dia adalah orang yg paling mencintaimu dan adalah orang yg paling ayah cintai". Mulai dari kejadian yg mungkin akan terjadi sejak TK,SD,SMP,SMA sampai kuliah,semua tertulis dengan lengkap didalamnya.Dia juga menulis sebuah surat untukku.

"Kasihku,dapat menikahimu adalah hal yg paling bahagia aku rasakan dalam hidup ini.Maafkan salahku,maafkan aku tidak pernah memberitahumu tentang penyakitku.Aku tidak mau kesehatan bayi kita terganggu oleh karenanya.Kasihku,jika engkau menangis sewaktu membaca surat ini,berarti kau telah memaafkan aku.Terima kasih atas cintamu padaku selama ini.Hadiah-hadiah ini aku tidak punya kesempatan untuk memberikannya pada anak kita.Pada bungkusan hadiah tertulis semua tahun pemberian padanya".

Kembali ke rumah sakit,suamiku masih terbaring lemah.Aku menggendong anak kami dan membaringkannya diatas dadanya sambil berkata:

"Sayang,bukalah matamu sebentar saja,lihatlah anak kita.Aku mau dia merasakan kasih sayang dan hangatnya pelukan ayahnya".

Dengan susah payah dia membuka matanya,tersenyum..............anak itu tetap dalam dekapannya,dengan tanganya yg mungil memegangi tangan ayahnya yg kurus dan lemah.Tidak tahu aku sudah menjepret berapa kali momen itu dengan kamera di tangan sambil berurai air mata....................




Catatan dari saya:

Setiap orang mempunyai alasan untuk melakukan suatu perbuatan..., perbuatan yang dianggap jahat atau tidak baik...sekalipun..







kiriman seorang teman

Friday, 22 April 2011

UNTUK PEREMPUAN

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, anak perempuan yang sedang bekerja di perantauan, anak perempuan yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, anak perempuan yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orangtuanya.....
akan sering merasa kangen sekali dengan ibunya.

Lalu bagaimana dengan ayah?

Mungkin karena ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu,jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu disepedamu...




Kemudian Ibu bilang :

"Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu? Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA .

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba..

Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas :

"Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja....Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan
Ayah bersikap tegas danmengatakan: ''TIDAK BOLEH...!''

Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu?Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang SANGAT-SANGAT LUAR BIASA BERHARGA...

Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan......

yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu....

Tahukah kamu,bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia

"HARUS menjagamu?"

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruangtamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut...

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang sangat ditakuti Ayah akan segera datang?

Bahwa putri kecilnya akan segera meninggalkan ayah Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Sarjana.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah..

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.....Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...Ayah harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu? Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati- hati. .Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat. Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk
pundakmu berkata:

"Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.
Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman- temannya yang lain.Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan....

Kata-kata yang keluar darimulut Ayah adalah : " Tidak..... Tidak bisa " .

Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum? Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya.Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..Karena Ayah tahu......

BAHWA LELAKI ITU AKAN MENGGANTIKAN POSISINYA NANTI

Dan akhirnya....Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang dianggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia.....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Ayah menangis karena sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa.....Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah
berkata:

"Ya Allah, ya Tuhanku.....Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita dewasa yang cantik....Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...

Ayah telah menyelesaikan tugasnya menjagamu .....

Ayah, Bapak, atau Abah kita...Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa KAMU BISA dalam segala hal..

Monday, 11 April 2011

SAHABAT

Apa anda punya sahabat ?

Ya, setiap manusia pasti punya
sahabat. Punya teman untuk
mencurahkan isi hati atau
bertukar pikiran. Keberadaan
sahabat memang dibutuhkan,
terlebih kerelaannya untuk
mengambil resiko dalam
memberikan solusi terhadap apa
yang diutarakan. Seperti kata
mutiara untuk sahabat yang
pernah dikatakan Emerson,

"Seorang sahabat dapat dianggap
karya alam paling utama"

Sahabat yang baik, bukan hanya
sekedar untuk memberikan
tanggapan terhadap segala apa
yang diutarakan. Tapi sahabat
yang baik adalah sahabat yang
mau berkorban. Sahabat yang
tak pernah menilai dengan uang
atau harta. Ia ibarat matahari
yang mampu memberikan sinar
yang terang. Ia selalu berkata
jujur dan dapat berkata benar.

Artinya, dia tidak hanya
mengamini segala apa yang
dikatakan.Buya Hamka pernah
mengucapkan kata mutiara untuk
sahabat :

"Sahabat sejati adalah
orang yang dapat berkata benar
denganmu dan bukan orang
yang membenarkan kata
katamu"
.

Apa yang dikatakan Hamka di
atas sangat jelas menunjukkan
bahwa keberadaan sahabat akan
meningkatkan rasa kebahagiaan
dan kebaikan. Pasalnya, apapun
hal yang terjadi bisa berbagi
dengan sahabat.

Sahabat benar-
benar telah menjelma dalam kata
mutiara yang dituturkan Franci
Bacon :

"Sahabat-sahabat itu
adalah pencuri waktu".

Kenapa
dikatakan pencuri ? Karena anda
menyisihkan waktu yang ada
untuk berbagi dengannya.
Padahal, anda memiliki aktivitas
yang harus anda kerjakan saat
itu.

Meski demikian, setiap manusia
harus mempunyai sahabat.
Karena sahabat yang berperan
untuk melengkapi hidup kita.
Sahabatlah pula yang berkorban
demi kita. Sahabatlah yang selalu
jujur dan pemaaf. Tak salah lagi,
bila Umar bin Khattab
menetaskan kata mutiara untuk
memiliki sahabat dengan
mengatakan :

"Carilah sahabat
yang jujur, dengan demikian anda
akan terpelihara dari bahaya dan
sahabatlah tempat kembali anda
,ketika datang bencana"

Intinya, jangan sampai anda
mempunyai sahabat tapi bukan
untuk selamanya. Milikilah
sahabat yang selalu berperan
untuk anda, karena ia sangat
memahami keterbatasan kita.

Sunday, 10 April 2011

LELAKI YANG TERSUNGKUR

Sejak langkah kakinya dihentikan
Ada kebimbangan di jiwanya,
meski Suara yang menyapa
benar nyata Dan berulang kali
terdengar seperti Bunyi gerimis
menetes di daun-daun pisang

Di dalam kegamangan
Masih adakah harapan bagi dirinya
Pintu dan jendela bagai menutup diri
Ia tahu, di dalamnya ada
sejumlah nama
Tetapi enggan juga ia memasukinya
Lalu pada arus pelangi di ujung senja Ia berharap hujan tak segera turun
Juga ia tak ingin tersungkur
kembali Pada lumpur yang
sangat legam......


mesti Itu hanya diucapkan di batinnya

Friday, 8 April 2011

IKRAR

Di dalam sinar-Mu
Segala soal dan wajah
dunia
Tak menyebabkan apa-apa

Aku sendirilah yang
menggerakkan laku
Atas nama-Mu

Kuambil sikap, total dan
tuntas
maka getaranku
Adalah getaran-Mu

lenyap segala dimensi
baik dan buruk
kuat dan
lemah

Keutuhan yang ada
Terpelihara dalam pasrah
dan setia

Menangis dalam tertawa
Bersedih dalam gembira

Atau sebaliknya
??

tak ada kekaguman,
kebanggaan, segala belenggu
Mulus dalam nilai satu
Kesadaran yang lebih
tinggi
Mengatasi pikiran dan
emosi

menetaplah, berbahagialah
Demi para tetangga

tetapi di dalam kamu
kosong
Ialah wujud yang tak
terucapkan, tak tertuliskan

Kugenggam kamu
Kau genggam aku

Jangan sentuh apapun
Yang menyebabkan noda

Untuk tidak melepaskan,
menggenggam lainnya

Berangkat ulang jengkal
pertama

MANUSIAKAN MANUSIA

Dalam forum , tempat pemeluk berbagai agama berkumpul melingkar,sering saya
bertanya kepada forum: "Apakah
anda punya tetangga?".

Dijawab
serentak "Tentu punya"

"Punya istri enggak tetangga Anda?"

"Ya, punya doooong"

"Pernah lihat
kaki istri tetangga Anda itu?"

"Secara khusus, tak pernah melihat "

"Jari-jari kakinya lima
atau tujuh? "

"Tidak pernah memperhatikan"

"Body-nya sexy enggak?"

Hadirin tertawa
lepas.

Dan saya lanjutkan tanpa menunggu jawaban mereka:

"Sexy atau tidak bukan urusan kita, kan? Tidak usah kita perhatikan, tak usah kita
amati,tak usah kita dialogkan,
diskusikan atau perdebatkan.
Biarin saja".

Keyakinan keagamaan
orang lain itu ya ibarat istri orang lain. Ndak usah diomong-
omongkan, ndak usah
dipersoalkan benar salahnya,
mana yang lebih unggul atau apapun.
Tentu, masing-masing
suami punya penilaian bahwa istrinya begini begitu dibanding
istri tetangganya, tapi
cukuplah disimpan didalam hati.Bagi orang non-Islam, agama
Islam itu salah. Dan itulah sebabnya ia menjadi orang non-
Islam. Kalau dia beranggapan atau meyakini bahwa
Islam itu benar, ngapain dia jadi non-Islam? Demikian juga, bagi
orang Islam, agama lain itu salah.
Justru berdasar itulah maka ia menjadi orang Islam.

Tapi,sebagaimana istri tetangga, itu disimpan saja didalam hati,
jangan diungkapkan,
diperbandingkan, atau dijadikan bahan seminar atau pertengkaran.
Biarlah setiap orang memilih istri
sendiri-sendiri,dan jagalah kemerdekaan masing-masing orang untuk menghormati
dan mencintai istrinya masing-
masing, tak usah rewel bahwa istri
kita lebih mancung hidungnya
karena Bapaknya dulu sunatnya
pakai calak dan tidak pakai dokter,
umpamanya. Dengan kata yang lebih jelas, teologi agama-
agama tak usah dipertengkarkan,
biarkan masing-masing pada keyakinannya.

Sementara itu
orang muslim yang mau
melahirkan padahal
motornya gembos, silakan pinjam
motor tetangganya yang beragama Katolik
untuk mengantar istrinya ke rumah sakit. Atau, Pak Pastor
yang sebelah sana karena baju
misanya kehujanan, padahal waktunya mendesak, ia boleh
pinjam baju koko tetangganya
yang NU maupun yang
Muhamadiyah. Atau ada orang Hindu kerjasama bikin
warung soto dengan tetangga Budha, kemudian bareng-bareng
bawa coltbak ke pasar dengan tetangga Protestan untuk kulakan bahan-bahan
jualannya.

Tetangga-tetangga berbagai pemeluk agama, warga
Berbagai parpol,golongan, aliran,
kelompok, atau apapun, silakan
bekerja sama di
bidang usaha perekonomian, sosial,
kebudayaan, sambil saling melindungi koridor teologi masing-
masing. Bisa memperbaiki pagar
bersama-sama, bisa gugur gunung
membersihi kampung, bisa pergi mancing bareng bisa main gaple
dan remi bersama.Tidak ada masalah lurahnya Muslim,cariknya Katolik,
kami tuwonya Hindu, kebayannya
Gatholoco, atau apapun.

Jangankan kerja sama
dengan sesama manusia,
sedangkan dengan kerbau dan
sapi pun kita bekerja ,saya nyingkal dan nggaru sawah.

Itulah lingkaran tulus hati dengan hati