Pages

Sunday, 17 April 2011

CATATAN KECIL UNTUK PARA SUAMI

Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam sana, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan seorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil.

Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anak saya.

Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anak saya masih tertidur. Ohhh... aku harus menyediakan makan untuknya.

Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan.

Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja.

Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, saya langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimut dan..... di sanalah sumber 'masalah'nya ... sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!

Oh...Tuhan! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anak saya yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat:

"Dad, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya .. Karena aku takut mie'nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang.Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainan saya ... Saya minta maaf Dad ..."

Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku ... tetapi, saya tidak ingin anak saya melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangis saya. Setelah beberapa lama, aku hampiri anak saya, memeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur.

Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto mommy yang dikasihinya.


Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, saya mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak.

Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.
Namun... belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal....

Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan. Dia diam saja lalu mengatakan, "Aku minta maaf, Dad".


Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara "pertunjukan bakat" yang diadakan oleh sekolah, karena yg diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya karena ia tidak punya ibu....

Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahu saya, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk berlatih menulis, yang saya yakin, jika istri saya masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!


Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Saat ini musim hujan, dan hari raya telah tiba. Semangat hari raya ada dimana-mana juga di hati setiap orang yg lalu lalang... gema suara-suara hari raya terdengar diseluruh pelosok jalan .... tapi astaga, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelesaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus.

Mereka menelpon saya dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anak saya telah mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun saya sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anak saya lagi, tetapi saya tidak bisa menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena saya merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan. . Tapi sekali lagi,seperti sebelumnya, dia meminta maaf : "Maaf, Dad". Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasannya melakukan itu.
Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang. Sesampai di rumah, dengan marah saya mendorong anak saya ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa yang ada dikepalanya?
jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : "Surat-surat itu untuk mommy.....".


Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. .... tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya: "Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat,pada waktu yang sama?"

jawaban anakku itu : "Aku telah menulis surat buat mommy untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku,sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos,aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus".


Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakan ....

Aku bilang pada anakku, "Nak, mommy sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk mommy, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada mommy. Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak. Saya berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi.... saya jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu
Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur......



--------------------------------------****--------------------------------------------

'Mommy sayang',



Saya sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara 'Pertunjukan Bakat' di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut.. Tapi kamu tidak ada, jadi saya tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi.

Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencari saya, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yg sebenarnya

Mommy, setiap hari saya melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya.

Saya pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua, saya rasa. Tapi mom, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah mommy muncul dalam mimpiku sehingga saya dapat melihat wajahmu dan ingat dirimu mom? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi mommy, mengapa engkau tak pernah muncul"?

--------------------------------------****--------------------------------------------


Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena saya tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istri saya ....




SPECIAL :
Untuk para suami, yang telah dianugerahi seorang istri yang baik, yang penuh kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima-kasihlah setiap hari padanya. Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu.

Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan posisinya.

Monday, 11 April 2011

SAHABAT

Apa anda punya sahabat ?

Ya, setiap manusia pasti punya
sahabat. Punya teman untuk
mencurahkan isi hati atau
bertukar pikiran. Keberadaan
sahabat memang dibutuhkan,
terlebih kerelaannya untuk
mengambil resiko dalam
memberikan solusi terhadap apa
yang diutarakan. Seperti kata
mutiara untuk sahabat yang
pernah dikatakan Emerson,

"Seorang sahabat dapat dianggap
karya alam paling utama"

Sahabat yang baik, bukan hanya
sekedar untuk memberikan
tanggapan terhadap segala apa
yang diutarakan. Tapi sahabat
yang baik adalah sahabat yang
mau berkorban. Sahabat yang
tak pernah menilai dengan uang
atau harta. Ia ibarat matahari
yang mampu memberikan sinar
yang terang. Ia selalu berkata
jujur dan dapat berkata benar.

Artinya, dia tidak hanya
mengamini segala apa yang
dikatakan.Buya Hamka pernah
mengucapkan kata mutiara untuk
sahabat :

"Sahabat sejati adalah
orang yang dapat berkata benar
denganmu dan bukan orang
yang membenarkan kata
katamu"
.

Apa yang dikatakan Hamka di
atas sangat jelas menunjukkan
bahwa keberadaan sahabat akan
meningkatkan rasa kebahagiaan
dan kebaikan. Pasalnya, apapun
hal yang terjadi bisa berbagi
dengan sahabat.

Sahabat benar-
benar telah menjelma dalam kata
mutiara yang dituturkan Franci
Bacon :

"Sahabat-sahabat itu
adalah pencuri waktu".

Kenapa
dikatakan pencuri ? Karena anda
menyisihkan waktu yang ada
untuk berbagi dengannya.
Padahal, anda memiliki aktivitas
yang harus anda kerjakan saat
itu.

Meski demikian, setiap manusia
harus mempunyai sahabat.
Karena sahabat yang berperan
untuk melengkapi hidup kita.
Sahabatlah pula yang berkorban
demi kita. Sahabatlah yang selalu
jujur dan pemaaf. Tak salah lagi,
bila Umar bin Khattab
menetaskan kata mutiara untuk
memiliki sahabat dengan
mengatakan :

"Carilah sahabat
yang jujur, dengan demikian anda
akan terpelihara dari bahaya dan
sahabatlah tempat kembali anda
,ketika datang bencana"

Intinya, jangan sampai anda
mempunyai sahabat tapi bukan
untuk selamanya. Milikilah
sahabat yang selalu berperan
untuk anda, karena ia sangat
memahami keterbatasan kita.

JIWA-JIWA PEMBERONTAK

batang-batang pohon gembira ria
di hadapan langit kebebasan dgn dibelai semilir angin
pohon-pohon nampak anggun
menawan diterpa remang-remang cahaya mentari
dan rembulan
burung-burung bebas
beterbangan di atas nada-nada kebebasan di antara ekor-ekor kebebasan
burung-burung mengepakkan
sayap di dekat sungai kecil dgn suara gemericik air
bunga-bunga menaburkan nafas yang semerbak harum di angkasa kebebasan, lalu tersenyum menyongsong kedatangan pagi

Semua yg di atas bumi hidup
dengan ilham nalurinya

Kehormatan, kegembiraan dan
kebebasan menerpa kemana-
mana

sedang manusia tidak dapat
menggapai kenikmatan ini karena mereka telah latah meletakkan tatanan hukum duniawi bagi jiwa mereka
yang dianugerahi Allah

mereka susun suatu peraturan yg ketat untuk badan dan jiwa mereka.

mereka pancangkan sel-sel jeruji penjara yg sempit dan menakutkan bagi perasaan mereka .

mereka gali liang-liang kubur yg dalam dan kusam
bagi hati dan akal mereka .

dan apabila ada seorang yg
bangkit dan keluar menyendiri dari kelompok dan tatanan hukum yang mereka lekatkan, maka mereka segera berceloteh :

'' Inilah orang durhaka yg pantas dimusnahkan ''

'' Inilah org najis yg layak dibinasakan ''


Tetapi, apakah manusia akan
terus menerus menjadi hambatan tatanan hukum yg bobrok sampai akhir jaman ?

ataukah hari-hari cerah
akan membebaskan manusia agar dpt hidup dgn jiwanya ?

apakah manusia akan tetap
dibungkus dgn debu ?

ataukah ia hadapkan
kedua matanya ke arah mentari?
agar tak dpt melihat jasadnya di antara onak dan bongkahan
tulang belulang ?